01 Desember : Hari Artileri 01 Desember : Hari AIDS Sedunia (Internasional) 03 Desember : Hari Penyandang Cacat (Internasional) 07 Desember : Hari Penerbangan Sipil (Internasional) 09 Desember : Hari Armada Republik Indonesia 09 Desember : Hari Anti Korupsi Sedunia 10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia 12 Desember : Hari Transmigrasi 13 Desember : Hari Nusantara 15 Desember : Hari Juang Kartika TNI-AD (Hari Infanteri) 19 Desember : Hari Bela Negara 20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 22 Desember : Hari Ibu Nasional 22 Desember : Hari Sosial 25 Desember : Hari Natal 1 Desember (Libur Nasional) : Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Menpora Sampaikan Materi Kepada Peserta Pre Departure Training Program Pemuda Magang Luar Negeri

  • Pemuda,Pendidikan
  • Selasa, 03 Oktober 2017

KEMENPORA.GO.ID | Jakarta : Menpora Imam Nahrawi didampingi Sekretaris Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda I Gusti Ngurah Bagus Sucitra,  Asdep Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Esa Sukmawijaya dan Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Alman Hudri memberikan materi di acara  Pre Departure Training Program Pemuda Magang Luar Negeri (PPMLN), Senin (25/9) malam di Gedung Serbaguna Wisma Soegondo, Cibubur.    

PPMLN adalah program yang memfasilitasi sebuah bentuk pengalaman dalam praktik kerja dan belajar untuk generasi muda dalam mengembangkan pengetahuan akademik dan keahlian profesional di lingkungan kebudayaan luar. Program PPMLN merupakan kerja sama AIESEC Indonesia dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.   

Di depan  peserta Pre Departure Training, Menpora mengatakan bahwa program PPMLN ini bagi pemerintah adalah Program  percontohan. "Kalian yang berjumlah 137 orang diantaranya 20 sudah berangkat keluar negeri merupakan  model baru bagi program Kemenpora untuk memberi kepastian bahwa program PPMLN ini dapat memberikan manfaat nyata dedikasi dan menginspirasi bagi semua pemuda di Tanah air. Karena itu, pengalaman-pengalam yang didapat oleh  peserta Pre Departure Training, dari mulai hari ini sampai di negara penempatan dan kembali ke tanah harus betul-betul menginspirasi bagi kurang lebih 60 juta anak muda Indonesia. Karena itu, mulai malam ini kalian sudah punya tagar (#) sendiri untuk mempublikasikan pengalaman kalian dari mulai di acara ini sampai di negara penempatan dan pulang ke tanah air, " ujar Menpora.   

"Sehingga ke kedepan selalu pulang dari luar negri, kalian nanti akan mengisi kekosongan 1,5 juta calon-calon pengusaha baru Indonesia. Karenanya, program ini menjadi penting bagi saya untuk melihat apakah program ini bisa dilanjutkan atau tidak pada tahun depan. Biasanya pertukaran luar negeri maksimal hanya satu bulan. Pada program ini tiga bulan  sampai satu tahun. Untuk itu kalian semua nanti di negara penempatan harus betul-betul bisa memanfaatkan sebaik mungkin untuk dapat pengalaman baru dan pelajaran batu sehingga mungkin saja ada pengusaha baru yang lahir dari  program  ini," tambah Menpora.   

Menpora meminta kepada seluruh peserta PPMLN ini untuk dapat mempelajari budaya di negara penempatan. "Tiba kalian di sana nanti, kalian dapat mempelajari budaya dan kebijakan yang dikeluarkan oleh negara penempatan dalam mengembangkan usahannya dengan  baik. "Semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua  dan kalian  dapat mengisi kekosngan 1,5 juta calon-calon pengusaha baru  Indonesia. Idealnya dengan 60 juta pemuda Indonesia maka kita harus punya 20 juta pengusaha," ucap Menpora.   

Para pemuda yang mengikuti program ini akan menjalankan kegiatan praktek magang dengan jenis perusahaan dan pekerjaan yang berbeda-beda di mana para peserta program dapat mengembangkan pengalaman professional selama 3 bulan sampai 1 tahun yang bekerja pada perusahan-perusahaan asing, untuk memperluas pengetahuan dan wawasan, sekaligus mempersiapkannya menghadapi tantangan global di masa mendatang.    

Program ini memiliki 15 negara tujuan untuk pilihan magang, disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki oleh setiap peserta. Seluruh Negara ini, dikategorikan berdasarkan 4 regional area, yakni Asia Timur (Jepang, Hong Kong dan Taiwan), Asia Tenggara (Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam), Asia Selatan (India) dan Eropa (Turki dan Moroko). (rep)   

sumber | http://www.kemenpora.go.id/index/preview/berita/11828